Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga yang sederhana. Yang bernama Made dan Deka (kakak dan adik). Made bekerja sebagai tukang sol sepatu.
Made sangat tekun dan bekerja keras terhadap pekerjaannya. dia mencari nafkah demi pengobatan adiknya yang sakit parah. Saat dia bekerja, kebetulan juga dia bertemu dengan temannya yang bernama Dodit. Dia bertanya kepada Dodit, "Dit kemana perginya Wawan? Tumben agak telat." "Iya, kan dia kerjaannya nyopet aja," kata Dodit dengan tertawa. Beberapa saat kemudian Wawan datang." Hallo," kata Wawan. Setelah mereka saling bertanya kabarnya. setelah berberapa waktu kemudian mereka pulang karena matahari sudah mulai tenggelam. ''Aku harus membelikan makan dan buku untuk adikku,'' kata Made kepada kawannya.
Setelah sesampainya dirumah dia menyuapi Deka adiknya dan membacakan buku yang dia belikan hari itu. Paginya dia sangat bersemangat, dia bertemu dengan kawanya lagi. Tetapi Dodit berjanji untuk menjenguk Deka dan Made yang membutuhkan uang seratus ribu rupiah untuk biaya berobat. Semua kawanya sudah pergi. Made melihat Bapak-Bapak yang menjatuhkan dompetnya, Made mendekati dan mengambilnya. Setelah menggambil dia mengembalikan dompetnya kepada bapak itu kembali. setelah bapak itu menerima dompet itu, ''Sebagai ucapan terima kasih ini, dek," kata bapak itu ke Made. Made sangat senang mendapat uang yang tidak dia duga. Setelah dia menerima uang itu, dia pulang. Tiba-tiba deka telah menghebuskan nafas terhakhir, dan tabungan Made telah dicuri Dodit. Made memakamkan Deka, sambil menangis. Uang itu digunakan Dodit untuk berjudi dan meminum miras; Dodit di pukuli Wawan, dia merasa bertobat dan menyesal.
~KEJUJURAN MEMBAWA KETENANGAN DAN DUSTA MEMBAWA KEGELISAHAN~
THANKS TO:
- BENDICTUS LANGGENG (AGENG)
- AJI NUGRAHA (AJI)
-GERARDUS TERA HARJAWAN (GERARD)
-JOSERIO CHRISTYA VIDYAKA (RIO)
-YACINTHA BERTHA KARTIKA (CINTHA)
-RADEN RORO ANTONIA NISMARA PARAMESTI (RARA)
No comments:
Post a Comment